Tips Jitu Kelola Keuangan Untuk Sandwich Generation
Apakah Anda termasuk dalam sandwich generation atau generasi sandwich? Jangan khawatir, inilah tips jitu mengelola keuangan yang sehat!
Sandwich generation atau generasi sandwich merupakan istilah dalam dunia keuangan yang digunakan
untuk mereka dengan beban finansial ganda, dimana harus menjadi tulang
punggung untuk keluarga kecilnya sendiri seperti dirinya, istri dan anak serta
juga harus menjadi tulang punggung untuk kedua orang tuanya.
Mengapa disebut sandwich generation? Sesuai dengan
namanya "sandwich" orang yang memiliki beban finansial ganda diibaratkan sebagai sepotong
daging yang dihimpit dengan dua roti. Roti tersebut diibaratkan dengan beban
finansial ganda yang harus ditanggung generasi sandwich.
Nah, apakah Anda termasuk dalam sandwich generation? Jika iya, maka hal
tersebut dapat diminimalisir dengan strategi pengelolaan keuangan yang baik. Sehingga,
akan meminimalisir Anda dari masalah keuangan yang membelenggu.
Inilah Jurus Jitu Mengelola Keuangan untuk Sandwich Generation
Menjadi seorang sandwich generation dengan beban
finansial ganda bukanlah sebuah hal yang mudah. Karena, hal ini berpotensi
menimbulkan masalah keuangan kepada mereka, seperti susah menabung atau
berinvestasi, tidak memiliki dana darurat hingga menyebabkan seseorang
berutang.
Untuk meminimalisir berbagai
masalah keuangan di atas, Anda perlu menerapkan strategi pengelolaan keuangan
yang bijak. Nah, inilah 4 jurus jitu mengelola keuangan untuk generasi sandwich.
1. Komuknikasi dengan Pasangan dan Orang Tua
Komunikasi dengan pasangan dan
orang tua merupakan poin utama yang harus Anda lakukan jika menjadi generasi sandwich. Komunikasi yang baik akan
meminimalisir adanya konflik keuangan dengan pasangan maupun orang tua.
Anda harus membicarakan kepada
pasangan terkait beban yang Anda tanggung, hal ini sangat penting agar pasangan
Anda merasa dihargai keberadaannya dan tidak menimbulkan konflik ketika Anda
harus membagi pendapatan untuk orang tua juga.
Di sisi lain, jangan lupa juga
untuk mengkomunikasikan kepada orang tua terkait pos-pos mana saja yang Anda
bisa bantu dan tidak. Misalnya, bicarakan secara terbuka bahwa Anda hanya bisa
membantu untuk belanja kebutuhan pokok, biaya listrik dan air. Maka pengeluaran
di samping itu, bukanlah kewajiban Anda.
Komunikasi dengan dua pihak yakni
pasangan dan orang tua merupakan landasan utama jika Anda menjadi sandwich generation dengan beban
finansial ganda. Keterbukaan menjadi kunci agar keuangan dan hubungan keluarga
tetap berjalan harmonis.
2. Fokus pada Kebutuhan Primer agar Tetap Stick On Budget
Tips berikutnya untuk generasi sandwich dalam mengelola keuangan yakni
dengan memfokuskan pendapatan untuk kebutuhan yang sifatnya primer sehingga
pengeluaran selalu stick on budget. Anda
dapat menempatkan beberapa kebutuhan dalam fokus utama seperti belanja
kebutuhan dapur sehari-hari, pos itilitas (air, listrik, internet), biaya
transportasi, biaya anak sekolah, tabungan, asuransi, hingga tagihan jika Anda
memilikinya.
Nah, jangan lupa juga untuk
menempatkan kebutuhan orang tua dalam kebutuhan primer. Setelah itu, baru
tetapkan anggaran yang digunakan untuk kebutuhan sekunder dan primer seperti
jalan-jalan, perawatan diri, dan lain-lain.
Apa jadinya jika pendapatan Anda
ternyata tidak memadai? Anda dapat menggunakan skala prioritas dengan tetap
mengedepankan kebutuhan yang sifatnya sangat utama seperti belanja dapur,
tagihan listrik, air, internet dan biaya sekolah anak.
3. Pastikan Arus Keuangan Berjalan Positif
Memastikan arus keuangan selalu
positif merupakan salah satu strategi mengelola keuangan untuk para generasi sandwich. Hal ini dapat dilakukan dengan
cara mencatat seluruh pengeluaran dengan teliti. Sehingga, Anda dapat memangkas
pengeluaran mana yang sekiranya tidak diperlukan.
Kebiasaan ini memang membutuhkan
ketelatenan dan ketilitian, akan tetapi sangat bermanfaat agar keuangan Anda selalu
stick on budget. Anda juga dapat
melakukan evaluasi untuk pengeluaran di bulan depan.
Meski demikian, tidak bisa
dipungkiri bahwa di masa mendatang bisa saja terdapat kebutuhan tak terduga. Akan
tetapi, dengan pengelolaan keuangan yang baik tentu akan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
4. Save Money untuk Asuransi
Kesehatan dan Dana Darurat
Tidak bisa dipungkiri bahwa beban
ganda yang ditanggung oleh sandwich
generation tidaklah ringan. Oleh sebab itu, sangat penting mengalokasikan
anggaran yang ditujukan untuk asuransi kesehatan dan dana darurat yang akan
diperlukan saat kondisi tidak terduga.
Menanggung biaya hidup orang tua
juga termasuk dalam merawatnya saat sakit. Usia yang semakin tua juga sangat
berpotensi mengalami masalah kesehatan. Maka dari itu, alangkah baiknya Anda
mengalokasikan anggaran untuk asuransi kesehatan orang tua.
Di samping itu, juga sangat
penting untuk save money yang digunakan sebagai dana darurat. Dana darurat
sangat diperlukan untuk kebutuhan mendesak seperti sakit yang tidak tercover sepenuhnya oleh asuransi kesehatan,
terkena PHK, dan kondisi lain. Dengan memiliki dana darurat, maka tidak akan
mengganggu finansial Anda.
Nah, jika Anda seorang sandwich generation ada baiknya
menerapkan berbagai tips mengelola keuangan di atas. Ini bertujuan untuk
membuat keuangan berjalan sehat dan meminimalisir adanya masalah keuangan di
kemudian hari. Yuk, mulai rancang keuangan Anda dengan bijak!




