Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Jitu Kelola Keuangan Untuk Sandwich Generation

Apakah Anda termasuk dalam sandwich generation atau generasi sandwich? Jangan khawatir, inilah tips jitu mengelola keuangan yang sehat!

sandwich generation

pexels.com/

Sandwich generation atau generasi sandwich merupakan istilah dalam dunia keuangan yang digunakan untuk mereka dengan beban finansial ganda, dimana harus menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya sendiri seperti dirinya, istri dan anak serta juga harus menjadi tulang punggung untuk kedua orang tuanya.

Mengapa disebut sandwich generation? Sesuai dengan namanya "sandwich" orang yang memiliki beban finansial ganda diibaratkan sebagai sepotong daging yang dihimpit dengan dua roti. Roti tersebut diibaratkan dengan beban finansial ganda yang harus ditanggung generasi sandwich.

Nah, apakah Anda termasuk dalam sandwich generation? Jika iya, maka hal tersebut dapat diminimalisir dengan strategi pengelolaan keuangan yang baik. Sehingga, akan meminimalisir Anda dari masalah keuangan yang membelenggu.

Inilah Jurus Jitu Mengelola Keuangan untuk Sandwich Generation

Menjadi seorang sandwich generation dengan beban finansial ganda bukanlah sebuah hal yang mudah. Karena, hal ini berpotensi menimbulkan masalah keuangan kepada mereka, seperti susah menabung atau berinvestasi, tidak memiliki dana darurat hingga menyebabkan seseorang berutang.

Untuk meminimalisir berbagai masalah keuangan di atas, Anda perlu menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang bijak. Nah, inilah 4 jurus jitu mengelola keuangan untuk generasi sandwich.

1. Komuknikasi dengan Pasangan dan Orang Tua

sandwich generation

pexels.com/

Komunikasi dengan pasangan dan orang tua merupakan poin utama yang harus Anda lakukan jika menjadi generasi sandwich. Komunikasi yang baik akan meminimalisir adanya konflik keuangan dengan pasangan maupun orang tua.

Anda harus membicarakan kepada pasangan terkait beban yang Anda tanggung, hal ini sangat penting agar pasangan Anda merasa dihargai keberadaannya dan tidak menimbulkan konflik ketika Anda harus membagi pendapatan untuk orang tua juga.

Di sisi lain, jangan lupa juga untuk mengkomunikasikan kepada orang tua terkait pos-pos mana saja yang Anda bisa bantu dan tidak. Misalnya, bicarakan secara terbuka bahwa Anda hanya bisa membantu untuk belanja kebutuhan pokok, biaya listrik dan air. Maka pengeluaran di samping itu, bukanlah kewajiban Anda.

Komunikasi dengan dua pihak yakni pasangan dan orang tua merupakan landasan utama jika Anda menjadi sandwich generation dengan beban finansial ganda. Keterbukaan menjadi kunci agar keuangan dan hubungan keluarga tetap berjalan harmonis.

2. Fokus pada Kebutuhan Primer agar Tetap Stick On Budget

sandwich generation

pexels.com/

Tips berikutnya untuk generasi sandwich dalam mengelola keuangan yakni dengan memfokuskan pendapatan untuk kebutuhan yang sifatnya primer sehingga pengeluaran selalu stick on budget. Anda dapat menempatkan beberapa kebutuhan dalam fokus utama seperti belanja kebutuhan dapur sehari-hari, pos itilitas (air, listrik, internet), biaya transportasi, biaya anak sekolah, tabungan, asuransi, hingga tagihan jika Anda memilikinya.

Nah, jangan lupa juga untuk menempatkan kebutuhan orang tua dalam kebutuhan primer. Setelah itu, baru tetapkan anggaran yang digunakan untuk kebutuhan sekunder dan primer seperti jalan-jalan, perawatan diri, dan lain-lain.

Apa jadinya jika pendapatan Anda ternyata tidak memadai? Anda dapat menggunakan skala prioritas dengan tetap mengedepankan kebutuhan yang sifatnya sangat utama seperti belanja dapur, tagihan listrik, air, internet dan biaya sekolah anak.

3. Pastikan Arus Keuangan Berjalan Positif

sandwich generation

pexels.com/

Memastikan arus keuangan selalu positif merupakan salah satu strategi mengelola keuangan untuk para generasi sandwich. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencatat seluruh pengeluaran dengan teliti. Sehingga, Anda dapat memangkas pengeluaran mana yang sekiranya tidak diperlukan.

Kebiasaan ini memang membutuhkan ketelatenan dan ketilitian, akan tetapi sangat bermanfaat agar keuangan Anda selalu stick on budget. Anda juga dapat melakukan evaluasi untuk pengeluaran di bulan depan.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa di masa mendatang bisa saja terdapat kebutuhan tak terduga. Akan tetapi, dengan pengelolaan keuangan yang baik tentu akan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

4. Save Money untuk Asuransi Kesehatan dan Dana Darurat

sandwich generation

pexels.com/

Tidak bisa dipungkiri bahwa beban ganda yang ditanggung oleh sandwich generation tidaklah ringan. Oleh sebab itu, sangat penting mengalokasikan anggaran yang ditujukan untuk asuransi kesehatan dan dana darurat yang akan diperlukan saat kondisi tidak terduga.

Menanggung biaya hidup orang tua juga termasuk dalam merawatnya saat sakit. Usia yang semakin tua juga sangat berpotensi mengalami masalah kesehatan. Maka dari itu, alangkah baiknya Anda mengalokasikan anggaran untuk asuransi kesehatan orang tua.

Di samping itu, juga sangat penting untuk save money yang digunakan sebagai dana darurat. Dana darurat sangat diperlukan untuk kebutuhan mendesak seperti sakit yang tidak tercover sepenuhnya oleh asuransi kesehatan, terkena PHK, dan kondisi lain. Dengan memiliki dana darurat, maka tidak akan mengganggu finansial Anda.

Nah, jika Anda seorang sandwich generation ada baiknya menerapkan berbagai tips mengelola keuangan di atas. Ini bertujuan untuk membuat keuangan berjalan sehat dan meminimalisir adanya masalah keuangan di kemudian hari. Yuk, mulai rancang keuangan Anda dengan bijak!